https://fliphtml5.com/bookcase/ppfny/
Sekolah, guru, orang tua, dan siswa merupakan empat pilar yang saling mendukung dalam membangun budaya literasi. Tidak cukup jika hanya salah satu dari mereka yang berperan aktif; literasi baru bisa berkembang dengan baik jika semua pihak bekerja sama, saling memberikan semangat, dan menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,
Di era saat ini, pendidikan tidak hanya sebatas penguasaan pengetahuan yang dapat dihafal oleh siswa, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan mereka dalam memahami, mengolah, dan menerapkan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu fondasi yang sangat penting dalam menciptakan pendidikan yang
"Menjadi Guru, Menyalakan Cahaya"
Menjadi guru bukanlah tentang berdiri paling tinggi di hadapan kelas, bukan tentang menjadi sosok yang dipuja, diikuti, atau bahkan ditakuti. Menjadi guru adalah tentang menyalakan cahaya—cahaya yang akan membantu setiap anak menemukan jalannya sendiri di dunia ini.
Di hadapan kita, setiap hari, duduk generasi masa depan. Mereka bukan lembaran kosong yang harus kita isi, tetapi taman yang perlu kita bimbing agar tumbuh sesuai bentuknya sendiri. Mereka datang dengan mimpi-mimpi yang belum berbentuk, dengan rasa ingin tahu yang masih mentah, dan dengan jiwa yang menanti untuk disentuh dengan kasih dan kepercayaan.
Tugas seorang guru bukan mencetak duplikat dari dirinya. Tugas kita adalah membantu mereka mengenal siapa mereka sebenarnya. Mengajarkan keberanian untuk berbeda, kekuatan untuk berpikir sendiri, dan kebijaksanaan untuk memilih jalan hidup yang membuat mereka merasa utuh bahagia, mandiri, dan bermakna.
![]()
PRAKTIK BAIK
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN KONSEP PIRAMIDA TERBALIK UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL PELATIHAN GURU
Pendahuluan
Pelatihan guru yang tidak maksimal berdampak buruk pada kualitas pembelajaran di kelas. Guru yang tidak memiliki kompetensi yang cukup akan kesulitan dalam menyampaikan materi pelajaran secara efektif.