
Hidup tanpa cita cita bagai kapal layar tanpa kemudi,

Artikel
Peningkatan Mutu Sekolah Dasar
Lomba karya tulis ilmiah dalam rangka
HUT PGRI kabupaten Serang 2019
Juara III
Strategi Peningkatan Mutu Sekolah Dasar
Ilmu
pengetahuan merupakan suatu hal yang sangat penting, sebab dengan ilmu yang
dimiliki seseorang, akan menjadi satu indikator yang membedakannya
dengan orang lain, bahkan dengan ilmu pengetahuan itu pulalah yang mengantarkan
seseorang memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia, secara
sederhana.
Pandangan
N. Driyarkara SJ : Budi pekerti memiliki arti sebagai tabiat yang kita
maui atau kehendaki sehingga perlu kita bangun secara terus menerus bermodalkan
anasir-anasir warisan yang terbawa dari kelahiran kita. Dalam usaha
membangun tabiat yang kita maui atau kehendaki ini kita juga harus berhadapan
dengan pengaruh-pengaruh lingkungan, sekitar
Perubahan
perubahan tahap petumbuhan dan watak dipengaruhi oleh keseharian seiring
perkembangan kejiwaan anak dikelanjutan hidupnya, maka kita diharapkan selalu
membentengi secara total baik secara fisik, kejiwaan dan kecerdasan, sikap
sosial ahlak maupun spiritual. Memang hal ini tidak mudah karena memerlukan
waktu dan proses yang lama selain berbagai tantangan yang akan dihadap
1. Penguatan
Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Pendidikan
karakter sudah pernah diluncurkan sebagai gerakan nasional pada 2010. Namun,
gema gerakan pendidikan karakter ini belum cukup kuat. Karena itu, pendidikan
karakter perlu digaungkan dan diperkuat kembali menjadi gerakan nasional
pendidikan karakter bangsa melalui program nasional Penguatan Pendidikan
Karakter (PPK).
Pendidikan
karakter mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta
didik sehingga mereka memiliki dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang
religius, nasionalis, produktif, dan kreatif. penanaman karakter positif
ini sangat diperlukan sejak dini agar bisa menjadi modal mereka dalam
mengarungi perjalanan hidup yang sangat berat
Secara
programatik, adalah usaha bersama semua guru dan pimpinan sekolah, melalui
semua mata pelajaran dan budaya sekolah Pembinaan dan pengembangan
itu terjadi melalui proses aktif peserta didik dalam belajar.,Disiplin dalam
melakukan kegiatan sehari hari mulai dari pembiasaan
dalam tata tertib sekolah, datang ke sekolah hingga pulang sekolah, Pendidikan
budaya dan karakter bangsa diartikan sebagai proses internalisasi serta
penghayatan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dilakukan peserta didik
secara aktif dibawah bimbingan guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan
serta diwujudkan dalam kehidupannya di kelas, sekolah, dan masyarakat
2.
Menjadikan Sekolah Dasar Negeri sebagai Sekolah Rujukan bagi Sekolah DasarLain
Sekolah
sebagai system sosial pada hakikatnya merupakan susunan dari peran dan status
yang berbeda-beda, dimana masing-masing bagian tersebut terkonsentrasi pada
satu kekuatan legal struktural yang menggerakkan daya orientasi demi mencapai
tujuan tertentu. Tentu saja sistem sosial tersebut bermuara pada status sekolah
sebagai lembaga formal. Sosialisasi dan enkulturasi melalui pendidikan dengan
belajar adat (kebiasaan sosial).
Lingkungan sekolah
merupakan suatu sistem yang terdiri dari sejumlah variabel dan faktor utama
yang dapat diidentifikasi sebagai budaya sekolah, kebijakan dan politik
sekolah, kurikulum formal, dan bidang studi. Variabel dan faktor sekolah
sebagai sistem sosial
Sekolah Dasar
Negeri Tegal jetak tumbuh dan berkembang sejak tahun 1973 telah
menghasilkan lulusan terbilang cukup baik. Menjadi sekolah dan pusat kegiatan
gugus 2 Sebagai central Sekolah Dasar Negeri tegal jetak
mengadakan KKg , musyawarah perkembangan keset araan mutu
sekolah ke sekolah imbas, bekerja sama dengan pihak
berwenang menumbuhkan semangat mendidik yang lebih baik dan berkualitas,mengadakan
Pembinaan, pengembangan dipusatkan di Sekolah Dasar Negeri Tegal
jetak sebagai sekolah inti mendominasi perkembangan pendidikan,kususnya di
kecamatan ciruas dan kabupaten Serang karena selain hasil capaian
kelulusan serta prestasi yang di dapat, sekolah juga menjadi mitra
USAID prioriitas selam 5 Tahun, pemenang pengelolaan perpustakaan
terbaik dan hasilnya di imbaskan kesekolah sekolah yang membutuhkan pengetahuan
tentang pengelolaan perpustakaan serta budaya
membaca .baik di dalam kota atau kabupaten lainnya
1. Implementasi
Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar
Manajemen
Berbasis Sekolah atau yang lebih kita kenal dengan sebutan MBS
adalah bentuk penerapan otonomi daerah bidang pendidikan sebagai
alternatif baru dalam pengelolaan pendidikan yang
lebih menekankan kepada kemandirian dan kreativitas sekolah serta memberikan
otonomi (kewenangan dan tanggungjawab) lebih besar kepada sekolah, memberikan
fleksibilitas/keluwesan-keluwesan kepada sekolah, dan mendorong partisipasi
secara langsung warga sekolah (guru, siswa, kepala
sekolah, karyawan) dan masyarakat. implementasi manajemen kurikulum dan
pembelajaran juga sebagai awal yang baik untuk menuju sekolah yang efektif
Untuk
mengimplementasikan manajemen berbasis sekolah secara efektif dan efisien,
kepala sekolah perlu memiliki pengetahuan kepemimpinan, perencanaan, dan
pandangan luast tentang sekolah dan pendidikan. Lebih lanjut lagi, kepala
sekolah dituntut untuk melakukan fungsinya sebagai menejer sekolah dalam
meningkatkan proses belajar-mengajar, dengan melakukan supervisi kelas,
membina, dan memberikan saran-saran positif kepada guru. Di samping itu, kepala
sekolah juga melakukan tukar pikiran, sumbang saran, dan studi banding
antarsekolah untuk menyerap kiar-kiat kepemimpinan dari kepala sekolah yang
lain
2. Melaksanakan
kurikulum 2013 di sekolah Dasar
Kurikulum
mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang menempatkan budaya
Indonesia sebagai dasar pengembangan pendidikan Indonesia yang mampu dan
bermanfaat untuk mengembangkan kualitas manusia Indonesia
Beberapa
Pilihan strategi ini dilaksanakan secara simultan, dan harus tergambar dalam
langkah-langkah model pembelajaran berbasis multikultural.
A. Strategi Pencapaian Konsep. Digunakan
untuk memfasilitasi siswa dalam melakukan kegiatan eksplorasi budaya lokal
untuk menemukan konsep budaya apa yang dianggap menarik bagi dirinya dan
selanjutnya menggali nilai-nilai yang terkandung dalam budaya daerah asal
tersebut.agar latar budaya setempat tetap terjaga.
B. Strategi cooperative learning. Dalam
tataran belajar dengan pendekatan multikultural, penggunaan
strategi cooperative learning, diharapkan mampu meningkatkan kadar
partisipasi siswa dalam melakukan rekomendasi nilai-nilai lokal serta membangun
cara pandang kebangsaan, meningkatkan kualitas dan efektivitas proses belajar
siswa, suasana belajar yang kondusif dalam pembelajaran.
C.Strategi analisis sosial . Difokuskan
untuk melatih kemampuan siswa berpikir secara induktif, dari setting ekspresi
dan komitmen nilai-nilai budaya lokal (cara pandang lokal) menuju kerangka dan
bangunan tata pikir atau cara pandang yang lebih luas dalam lingkup nasional
(melalui cara pandang kebangsaan).
D.Strategi analisis nilai, siswa
memiliki keterampilan mengembangkan kecakapan hidup dalam menghormati budaya
lain, toleransi terhadap perbedaan, akomodatif, terbuka dan jujur dalam
berinteraksi dengan teman (orang lain)).
3. Implementasi
Gerakan Literasi di sekolah Dasar
Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi
Pekerti, salah satunya, mengenai kegiatan membaca buku nonpelajaran selama lima
belas menit sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan tersebut adalah upaya
menumbuhkan kecintaan membaca kepada peserta didik dan pengalaman belajar yang
menyenangkan sekaligus merangsang imajinasi.
Sekolah
kami SD Negeri Tegal jetak mendapat Ruang perpustakaanyang dari
dana APBN tahun 2010 terdiri sekitar 6000 buku yang
terdiri dari berbagai jenis,
adapulatambahan baik hibah atau infak dari siswa yang lulus setiap tahunnya,
selain itu pula kumpulan kliping hasil karya siswa di kegiatan pembelajara.n
Beberapa
gerakan literasi yang telah diklakukan di sekolah antara lain
· Memberi
nama jenis tanaman yang ada di sekitar sekolah, selain siswa
mengenal nama nama jenis tanaman, bagi siswa kelas rendah yang masih berlatih
mengeja tanpa bimbingan guru ketika sedang bermain dihalaman sekolah secara
spontan membaca dan mengeja kata sebuah nama yang tertera di batang tanaman
· Pildacil
setiap jum`at pagi dengan menampilkan 2 orang siswa untuk membaca dan berpidato
membaca juz ama atau beberapa ayat pendek selama 15 menit sebelum
belajar di mulai. Membaca senyap, membaca nyaring dan membaca lanjut
bergantianbiasa dilakukan di saat kegiatan berlangsung sesuai kebutuhan langkah
langkah pembelajaran
· Membuat pojok
baca di setiap sudut kelas dengan variasi buku bacaan yang di bawa siswa
dari rumah, tersedianya rak baca di
setiap teras kelas agar warga sekolah bisa membaca di manapun yang dianggap
nyaman
· Saung
baca untuk siswa yang mendapat layanan bimbingan konseling membaca bagi siswa
kelas rendah dan juga dapat digunakan membaca buku dari perpustakan
· Poster
poster jenis baleho atau pamplet gerakan membaca dan pesan moral
serta kata kata bijak yang di setiap tebok gedung yang sesuai dengan
kegunaan ruangan
Mengadakan perlombaan atau mengikuti kompetensi baik di
sekolah maupun luar sekolah seperti acara bulan bahasa, dan hari besar lain
sebagai satrana evaluasi kompetensi hasil belajar diantaranya, mewarnai lomba
puisi, mendongeng, drama, cerita rakyat, cergam, pidato dan
pildacil. mengikuti FLSN dan kompetensi lainnya baik tingkat
kecamatan kabupaten maupun propinsi.
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk
meningkatkan mutu pendidikan, tentunya di mulai dari kesadaran tinggi serta tanggung jawab dari diri kita, lalu
membias dan jadi panutan untuk terus memperbaiki kekurangan, Terima kasih
semoga bermanfaat.
Biodata
penulis
Luda
Sofiah,S.Pd
ludasofiah@gmail.com

Luda Sofiah,S.Pd Kelahiran Serang,
7 februari 1970 tamat SPG Negeri Serang tahun 1989 melanjukan kuliah
di D2PGSD UPI kampus Serang tahun
2003 menjadi PNS tahun 2008 setelah menjadi tenaga
sukwan selama 11 tahun, melanjutkan S1 STKIP
Sukabumi 2008 dan S1 PGSD UT tamat 2015
Menyukai menulis
membaca membuat cerpen, puisi artikel serta Membaca buku
beberapa penghargaan hasil karya dan pembinaan yang di
dapat, selain, mengajar di SD Negeri Tegal jetak juga pernah menjadi
fasilitator USAID Priorita Banten 2012-
2017, menjadi nara sumber budaya baca dan sosialisasi Pendidikan
,Menulis 14 karya
Buku Antologi cerpen dan puisi ( Bukan
Tanah Jawara Lagi, Puisi 1000 guru ASEAN, Bendera Sepenuh, Tiang, Perempuan di
atas bukit, Hujan da kenangan, Cerpen Bidadari Reza,
Ada Surga di Rumah Kita, 3 Alinea Ayah), Peneroka,Quotes, cerpen pikni ala Pandemi, Pantun budaua Nusantara, Pantun Serinu guru, cerpen Meraih NIP
Luda Sofiah, S.Pd
Berpikir positif.
Stay healthy!
Mungkin ini merupakan jawaban yang mudah tertebak dan sering dilihat dimana-mana. Tetapi memang faktanya, pola pikir yang positif memiliki manfaat bagi tubuh dan pikiran manusia. Berikut di bawah ini merupakan beberapa manfaatnya:
Penghilang stress
Individu yang memiliki pola pikir positif tidak akan mebiarkan dirinya merasakan frustasi jangka panjang. Tapi jangan salah, bukan berarti mereka dengan pola pikir positif tidak bisa merasakan emosi yang kurang menyenangkan. Tentu saja bisa, tetapi mereka akan dengan sendirinya menerima konsekuensi tersebut. Mereka lebih memilih untuk fokus terhadap hal-hal yang dapat dikontrol dan bergerak ke depan mencari solusi, bukan justru diam di tempat memeluk ketidaknyamanan yang mereka hadapi. Seperti misalnya, kondisi pandemik mengenai COVID-19 ini pada awalnya membuat seseorang takut dan cemas. Tetapi dengan berpikir positif, orang tersebut lebih memilih untuk fokus terhadap hal-hal yang dapat ia lakukan untuk mencegah terkenanya virus dibanding berdiam diri memikirkan ketidakpastian di luar sana yang tidak bisa ia kontrol. Individu dengan pola pikir positif tersebut fokus melakukan pencegahan, misalnya social distancing, rajin cuci tangan, menerapkan etika bersin dan batuk, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi. Dengan begitu, individu tidak memiliki ruang untuk merasakan stres berkepanjangan.
Meningkatkan imunitas
Selain makanan sehat, pikiran yang sehat juga merupakan asupan yang penting bagi imunitas tubuh kita. Pikiran memiliki pengaruh yang kuat terhadap tubuh manusia. Individu dengan pola pikir yang positif dapat memiliki imunitas tubuh yang lebih baik sehingga besar kemungkinannya ia terbebas dari penyakit atau virus. Sebaliknya, individu dengan pola pikir negatif justru menurunkan tingkat imunitas tubuhnya, dan tidak kecil kemungkinannya untuk terkena penyakit atau virus.
Meningkatkan well-being
Dengan pola pikir positif, individu dapat mengembangkan pola hidup yang lebih sehat. Seperti misalnya, dapat mengatasi stress dengan baik dan menghindari perilaku yang tidak sehat. Dengan adanya kebiasaan tersebut, kesejahteraan individu seecara keseluruhan pun akan meningkat.
Ketangguhan yang lebih baik
Ketangguhan yang dimaksud merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah. Dengan pola berpikir positif, individu dapat meningkatkan ketangguhannya sehingga ia memiliki kemampuan untuk menghadapi krisis atau trauma dengan baik.
Latihan di mulai dengan memilah siswa yang mau dan percaya diri untuk bisa berakting, cukup menjengkelkan ketika latihan kadang tidak hadir namun terus di motivasi dengan cara pendekatan ke orangtua murid, aku hampir putus asa karena dukungan dan semangat siswa kadang kurang Di tengah perjalanan latihan, banyak kalimat yang haus disesuaikan.
Dan siswa mulai semangat kembali Agar hafal kucari cara lain dengan melalui rekaman atau dubing, sekali lagi ternyata dubing itu melelahkan ketika merekam suara, untungnya aku dibantu anak lelakiku yabg mahir editing. karena biasa merilis film anime. Dan ternyata editing dubing ini harus dilakukan berulang ulang, Agar mendapatkan hasil yang pas, Peralatan dubing seadanya. Hampir setiap sore siswa harus datang dan latihan di rumah karena peralatan dubing adanya di rumah. Pekerjaan rekaman hampir selesai tinggal mengediit suara dan latar musik pengiring. Memiih musik membutuhkan waktu agar sesuuai dengan adegan.dan peran sekitar 3 malam berturut rurut merilis rekaman ini. Sedang waktu hanya 8 hari Dan waktunya kebetulan bersammaan dengan persiapan monev kinerja sekolah, sempat di komen tak enak Buatku yang pasti aku mengerjakan sesuai pembagian tugas monev. .
Persiapan properti disesuaikan dengan peran, temanku menmbeli burung dan properti yang di butuhkan , Tiba di saat perlombaan baru di mulai, tiba tiba burung yang kami bawa terbang di ruangan, aku dan temnku sempat panik, lalu aku segera telephone meminta bantuan teman yang ada d sekolah sambil membawa benda yang tertinggal,jarak lokasi lomba dan sekolh cukup jauh 8 kilometer. hati kami mulai merasa pesimis, tapi Alhamdullah teman yang kupinta untuk datang tiba di lokasi dan lanngsug menyiasati penangkapan burung yang berada di pojok ruangan, Untung tidak mengganggu penonton dan panitya, aku mengelus dada.kembali. sungguh pengalaman yang meggelikan .
Tiiba siswanya tampil, aku bersiap dengn laptop untuk mengatur latar musik yang sudah di buat sebagai pengiring drama, cukup repot ketika satu siswa berperan 2 tokoh. temanku yang satu mendampingi para tokoh kami hanya berdua dan teman yang datang pun masih menemani tapi hanya sebentar, yang membuat aku kecewa tidak ada yang merekam siswa ketik tampil. karena aku hanya berdua dengan temanku. sempat iri dengan kandidat lain karena pendampingnya banyak.
Peserta masih banyak yang belum mendapat giliran tampil, karena azan duhur sudah berkumandang,maka acara di hentikan satu jam untuk isola
Aku mengingatka siswaku "Ayo sholat gantian minta supaya juara", merekapun bergantian sholat, setelah kami selesai sholat, aku tanya mereka lagi "sudah doa minta supaya juara?" Tanyaku "sudah bu" jawab mereka . acara dilanjutka. kemabli kmai menyaksikan hingga selsesai.
Pengumuman mulai di bacakan aku menggenggam tangan dan berkatalirih harus juara! temanku sempat bertanya kira kira kita juara tidak ya, ku jawab juara 1!!, jawabku dan memang benar kami mendapat juara pertama. Kami kompak berteriak "YES!! berhasil"
Rasa syukur yang tak terkira.. Proseslatihan kami selama 8 hari siang malam digarap ternyata membuahkan hasil, kami bangga, usaha yang tidak sia sia. Usaha harus diiringi doa" dan niat iklas demi siswa untuk memiliki pengalaman dan prestasi dengan tulus InsyaAllah..
Pengalaman berharga yang tak pernah dilipa kini siswa tersebut mmpu memilki prestasi dongeng di sekolah nya saat ini ,Buguru bagga nak! bakatmu terus di kembangkan ya .
Ungu
Warna yang menampakan keteguhan
Tak tergoyah semilir angin yang menggoda
Terpatri ketegasan hati
Menyimpan banyak cerita
Terlalu dalam menyelami makna
Biduk yang berlabuh di depan mata
Jelas tak bergerak
Menggenggam bara diri
Tak peduli genderang bertabuh
Yang dinikmati hanya kidung hati
💁💁
“Kreativitas mampu menciptakan hal baru
tanpa takut salah, berani melawan arus dengan logika tanpa batas. Setiap
individu memiliki kelebihan dan kekurangan, jadikan kelebihanmu adalah motivasi
untuk meraih prestasi, tinggalkan kelemahan yang hanya mematahkan semangatmu”.
Luda Sofiah
Renung07122020
Hal yang perlu diperhatikan dan dipraktekkan (dilaksanakan) oleh guru untuk dapat menjadi guru idola antara lain : Pertama yang perlu kita lakukan adalah dari diri kita sendiri. Kesan pertama apa yang akan kita munculkan ketika pertama kali bertemu dengan mereka? Apakah anda seorang guru yang suka bercerita lucu, tak banyak bercanda, senang memberikan motivasi, belajar lewat cerita motivasi, sangat disiplin dan tegas, senang berbaur dengan mereka, mau terbuka untuk mendengarkan keluh kesah mereka, atau ingin disegani oleh mereka? Maka jadilah diri sendiri. Percaya diri adalah kunci segalanya. Jadilah guru yang selalu unik di mata murid kita .
Kedua,murid-murid identik dengan jiwa kekanak-kanakan. Oleh karena itu guru diharapkan mengetahui apa-apa saja yang disenangi murid-muridnya, mengajak mereka bernyanyi sebelum mulai belajar, bisa juga dengan membacakan dongeng kepada mereka.
Ketiga, guru itu harus bisa menanamkan sifat disiplin kepada anak muridnya. Disamping itu seorang guru mesti disiplin terlebih dahulu. Jika seorang guru selalu datang terlambat, maka murid-murid tidak akan respek dan tidak akan mau melakukan apa yang disuruh gurunya terkait dengan kedisiplinan.
Keempat, seorang guru harus kreatif, tidak sombong, rendah hati, selalu melemparkan senyum termanisnya, tidak pilih kasih, mampu bersabar ketika peserta didiknya bandel, dan senantiasa bersyukur pada Allah SWT
Sayangnya dalam proses belajar mengajar masih ada sebagian guru memiliki sikap ingin menguasai dan secara otoriter mamaksa murid-murid agar patuh terhadap perintahnya. Kecintaan terhadap anak didik telah berkurang, mengancam anak didik bila melanggar aturan, sehingga pada saat proses belajar mengajar membuat mereka menjadi merasa takut dan membuat suasana kelas menjadi tegang.
Hal yang harus dipahami oleh guru adalah tidak semua murid punya daya tangkap yang sama ketika menerima pelajaran. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Dengan adanya kondisi ini guru harus bisa memahami kelebihan dan kelemahan muridnya, sehingga muridnya mampu berkompetensi sesuai dengan potensinya masing-masing. Untuk menjadi guru yang diidolakan oleh murid-,muridnya, ia mesti terlebih dahulu menanamkan dalam dirinya untuk tetap komitmen dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai guru. Kecintaan terhadap tugas diwujudkan dalam bentuk curahan tenaga, waktu dan pikiran, dan bersikap professional. Bila guru memahami dan mengenal kepribadian murid-muridnya, maka guru yang bersangkutan akan disenangi oleh murid-muridnya. Itu artinya, jika sudah disenangi maka apa yang disampaikan di kelas akan mudah ditangkap oleh murid-muridnya. Otomatis dia akan menjadi idola di hadapan murid-muridnya, karena mereka merasa dihargai dan merasakan kenyamanan dalam belajar
Selain itu, guru juga harus mampu menguasai bermacam-macam metode mengajar secara mendalam, karena proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan kepada murid agar dapat mempengaruhi tujuan dari pendidikan dapat tercapai dengan baik. Guru dituntut untuk terus mengadakan pembaharuan. Terutama yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Berbagai teknik pembelajaran, baik itu metode, pendekatan, maupun tata cara atau aturan dalam pembelajaran yang dirancang untuk menghasilkan transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa harus terus dievaluasi
Sebagai seorang guru maka harus mampu mengamalkan 5 paradigma berikut : (1) Menjadikan 3 sasaran bidang garap pendidikan (koginitif-psikomotor-afektif) berkembang secara optimal, (2) Mengakui dan menghargai kecerdasan anak yangberbeda, (3) Menyesuaikan gaya belajar siswa, (4) Menfokuskan pada aktifitas siswa, (5) Menfokuskan pada penguatan kemampuan bukan ketidakmampuan siswa
Salah satu prinsip belajar adalah aktivitas yang menyenangkan dan menantang. Prinsip ini dapat dipenuhi. Salah satunya dengan kemampuan menghidupkan suasana. Suasana yang menggairahkan dalam belajar dapat ditempuh dengan ice breaking yang bisa kita sisipkan dengan game/permainan dalam pembelajaran di dalam atau di luar kelas. Dengan demikian, kita telah berusaha untuk menyatukan pikiran dan jiwa kita dengan siswa hingga terjalin kebersamaan dan saling memahami satu dengan yang lainnya. Nah..sebagai guru, marilah kita memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan kepada murid agar mereka senang belajar. Usahakan pula mereka mendapat learning by doing atau belajar sambil mempraktikkan sehingga belajar jadi lebih menyenangkan dan menggairahkan. Selamat berjuang Bapak/Ibu guru. Semoga kita bisa mengantarkan anak didik ke gerbang kesuksesan dan jadilah idola bagi murid-murid kita. Wallahualam
Penulis : Santun Awi Jasica (Guru SDN 07 Nan Sabaris, Padang Pariaman)
13 6 26 Tema Digitalisasi ANTARA KONEKSI MAYA DAN SENTUHAN HATI Oleh: Luda Sofiah, S.Pd,.M.M Kita berada dalam zaman di mana pe...